tattoos
Showing posts with label alat. Show all posts
Showing posts with label alat. Show all posts

Wednesday, January 12, 2011

Beragam kesenian daerah yang dapat kita nikmati di indonesia,salah satunya adalah kesenian daerah musik panting yang berasal dari Kalimantan Selatan.Hasil dari googling,muter-muter cari bahan posting,akhirnya dapat info ini icon biggrin Kesenian Musik PantingKesenian Musik PantingNama musik panting berasal dari alat musik yang digunakan untuk memainkanya,yaitu alat musik panting.Panting adalah alat musik petik yang mempunyai bentuk seperti gabus Arab dengan ukuran yang lebih kecil.Salah seorang tokoh yang mempunyai peran penting dalam perkembangan musik panting adalah A.Sarbani,yang juga merupakan orang yang pertama kali memberi nama musik panting ini.


Musik panting merupakan musik campuran (ansambel),karena disajikan bersamaan berbagai jenis alat musik.Biasanya,musik panting menggunakan 3 buah alat musik panting dan beberapa alat musik lain seperti gong,biola,suling bambu,tamburin dan sebagainya.Syair-syair yang berupa pantun merupakan salah satu yang menarik dari musik panting,isi dari pantun tersebut juga beraneka macam,ada pantun berisi nasehat sampai pantun jenaka.

Pemain musik panting umunya menggunakan pakaian banjar,bagi laki-laki menggunakan peci dan yang perempuan menggunakan kerudung.Pemain musik panting memainkan alat musiknya dengan posisi duduk,pemain laki-laki duduk bersila dan pemain perempuan duduk bertelimpuh.

Sebagai kesenian tradisional ,musik panting sering di gunakan pada acara perkawinan dan beberapa acara lain seperti pertunjukan untuk mempererat silaturahmi antar masyarakat.Musik panting juga mempunyai fungsi lain yang menarik,yaitu sebagai sarana pendidikan,karena syair-syair dalam musik panting banyak berisi tentang nasehat dan petuah.Satu hal lagi yang menarik dari musik panting,yaitu lagu yang dinyanyikan tanpa menggunakan reff,mungkin karena syair-syairnya menggunakan pantun icon biggrin Kesenian Musik Panting

Monday, January 10, 2011

Bagi anda pencinta alat musik atau suka menciptakan musik tapi sulit untuk disalurkan mengingat mahalnya untuk menyewa studio maka mungkin ini salah satu alternatif yang cukup murah dan mudah.Dengan membeli BEHRINGER CENTARI iAXE624 USB-Guitar (gitar dengan sambungan USB), anda tinggal colok dan mainkan (plug & Play) di komputer.Software yang ada di dalamnya bahkan memungkinkan anda untuk memainkan gitar diiringi dengan masuk kesukaan anda (MP3, WAV dan AIFF).Dan tentu saja anda bisa menciptakan lagu anda sendiri dengan mudah.




Harga yang ditawarkan sekitar Rp. 1.800.000

Thursday, January 6, 2011


Sebenarnya semua benda bisa dijadikan alat musik.  Macam-macam alat perkusi barang bekas ini antara lain berasal dari peralatan rumah tangga seperti panci, wajan, gelas, galon air minum, maupun ember plastik.  Tidak hanya dari peralatan rumah tangga saja, tapi juga dari bahan bangunan seperti kaleng bekas cat rumah, paralon atau drum bekas aspal jalan.  Perkusi dari barang bekas ini pada umumnya dari peralatan rumah tangga.  Karena merupakan barang bekas, berarti yang digunakan adalah peralatan yang sudah pernah terpakai dan sudah berubah fungsi.  Tapi tidak semua perkusi barang bekas ini kondisinya rusak. Untuk menyetel nada perkusi barang bekas ini juga unik.  Biasanya alat perkusi barang bekas ini diberi tambahan seperti tempelan lakban di sekeliling peralatan agar nada yang terbentuk lebih nyaring.  Atau untuk memukul peralatan perkusi barang bekas digunakan alat tambahan lain seperti stik atau tongkat.





Uniknya lagi, untuk mendapatkan nada atau suara perkusi barang bekas yang menarik dan bagus, membutuhkan waktu yang tidak sebentar juga keahlian khusus dalam membuatnya.  Salah satu cara menyetel nada perkusi barang bekas yaitu dengan menempelkan lakban, kemudian diatur nada yang akan dihasilkan.

Perkusi barang bekas ini mempunyai banyak manfaat dan berguna antara lain:
    * Ramah lingkungan
Memakai perkusi dari barang bekas berarti ikut membantu menjaga kelestarian lingkunga dengan menggunakan daur ulang peralatan yang tidak terpakai lagi.
    * Mengurangi sampah anorganik 

Pemakaian peralatan seperti botol plastik dan kaleng bekas sebagai perkusi barang bekas dapat membantu mengurangi banyaknya sampah anorganik yang tidak dapat diurai.

Kini mulai banyak kelompok pemusik pemula yang menggunakan perkusi barang bekas sebagai alat musiknya.  Beberapa diantaranya bahkan sudah mulai dikenal dalam masyarakat.  Salah satunya adalah Tataloe Perkusi yang mulai merambah ranah musik Indonesia dengan perkusi barang bekasnya.

Temukan Lebih Banyak Lagi info seputar alat musik & perkusi

Tuesday, January 4, 2011


Indonesia kaya akan berbagai kesenian daerah yang mengagumkan, termasuk di dalamnya adalah berbagai alat musik tradisional dengan kekhasan bunyiannya. Salah satu alat musik yang harus diperhatikan untuk tetap dipelihara adalah sebuah alat instrumen petik asal Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur yang bernama Sasando, yaitu alat musik yang ditemukan sejak abad 15.
Sasando adalah sebuah alat instrumen petik musik. Bentuk sasando mirip dengan instrumen petik lainnya seperti gitar, biola, dan kecapi. Tetapi keunikannya adalah bagian utama sasando berbentuk tabung panjang seperti harpa yang biasanya terbuat dari bambu. Sasando mempunyai media pemantul suara yang terbuat dari daun pohon gebang (sejenis pohon lontar yang banyak tumbuh di Pulau Timor dan Pulau Rote) yang dilekuk menjadi setengah melingkar.Sasando berbentuk tabung panjang yang biasanya terbuat dari bambu. Lalu pada bagian tengah, melingkar dari atas ke bawah yang diberi ganjalan-ganjalan, di mana senar-senar (dawai-dawai) direntangkan di tabung dari atas ke bawah bertumpu. Ganjalan-ganjalan ini memberikan nada yang berbeda-beda pada setiap petikan senar. Lalu tabung sasando ini ditaruh dalam sebuah wadah yang terbuat dari semacam anyaman daun lontar yang dibuat seperti kipas. Wadah ini merupakan tempat resonansi sasando.




Bunyi sasando sangat unik jika dibandingkan dengan gitar, biasa sasando lebih bervariasi. Hal ini karena sasando memiliki 28 senar. Itulah sebabnya memainkan sasando tidaklah mudah karena seorang pemain sasando harus  mampu membuat ritme dan feeling bunyi nada yang tepat dari seluruh senar yang ada. Sasando dengan 28 senar ini dinamakan sasando engkel, sedangkan jenis sasando dobel memiliki 56 senar, bahkan ada yang 84 senar.Cara memainkan sasando adalah dengan dipetik seperti memainkan gitar. Tetapi sasando tidak memiliki chord (kunci) dan senarnya harus dipetik dengan dua tangan, sehingga lebih mirip harpa. Sampai sekarang hampir semua bahan yang dipakai untuk membuat sasando adalah bahan asli, kecuali senarnya.

Temukan Lebih banyak lagi seputar alat musik & musik

Sunday, January 2, 2011


Jangan berpikir terlalu jauh untuk bisa berbisnis alat musik. Bahkan dari sekitar kita pun bisa dijadikan alat musik yang laku diekspor. Ya. itulah berbisnis alat musik tradisional. Salah satu yang sukses menjalankan bisnis ini adalah Muhammad  Furqon Pidada yang memulai bisnisnya sejak 10 tahun lalu.

Sejak awal ia sudah yakin bisnis alat musik merupakan pilihan yang tepat. Itulah kenapa ia mendirikan CV Haganyku pada tahun 1999. Dari perusahaan ini ia menjual alat musik tradisional. Ia tak perlu repot-repot membuat alat musik sendiri, cukup mencari perajin alat musik yang mau memasoknya mulai dari Bandung hingga ke Yogyakarta. Alat musik yang dijualnya pertam kali adalah angklung, jimbe, dan seruling.




Selain itu ia juga menciptakan alat-alat musik sendiri yang disebutnya alat musik alternatif. Alat musik ini dibuat dari aneka bahan dengan aneka bunyi-bunyian yang unik. Misalnya Thunderbolt, alat musik dari bambu yang bisa mengeluarkan suara seperti halilintar. Rainstick alat musik yang bisa menghasilkan suara hjujan. Atau alat musik Spring Kluwek yang dibuat dari cangkang kluwek. Dan sebagainya. Berbagai alat musik alternatif yang dibuatnya ini membuat jenis alat musik yang dijualnya mencapai 70-an jenis.

Alat-alat musik itu ia jual ke pasar ekspor yang ia promosikan dari pameran ke pameran. Di luar negeri alat-alat musiknya itu laku. Omsetnya sekitar Rp 160 jutaan dari sekitar 500-an unit alat musik yang ia jual per bulannya

Thursday, December 30, 2010

Ada 2 tahap utama dalam mempelajari alat musik seperti belajar harmonica, belajar gitar, belajar sexophone atau belajar flute ini yaitu dengan pengenalan partitur nada dan pengenalan teknik memainkan. Kedua tahap ini dapat dilakukan melalui pendidikan formal ataupun pelatihan les flute atau flute lessons (short course). Namun keunikan alat musik ini adalah dapat pula dipelajari secara otodidak dengan mem-by pass tahap I (Pengenalan Partitur). Melly Goeslaw (Band Potlot) dan Paul McCartney (The Beatles) merupakan sebagian kecil musisi-musisi besar yang mampu berkreasi tanpa mengenal partitur nada. Berikut ini tips cepat belajar alat musik (les saxophone, les harmonica, les gitar otodidak):

1.       Mengenal Jenis Musik. Pada tahap awal gitar lesson dan sexophone lesson ini, Anda hanya diharapkan dapat mengenal jenis musik terlebih dahulu. Baik itu jenis musik rock-balad, pop-balad maupun alternatif. Mengapa Balad dan alternatif, karena 2 jenis musik ini dominan menggunakan instrumen dalam penyajiannya. Sehingga diharapkan anda lebih terfokus mengenal nada-nada yang dihasilkan, karena berlatih belajar harmonica atau belajar gitar dengan menggunakan lagu akan lebih cepat dibandingkan anda menghafal chord demi chord.

 


2.       Memiliki alat musik. Memiliki alat musik memang bukan merupakan hal yang wajib, namun sangat berpengaruh terhadap akselerasi Anda dalam menguasai les saxophone atau les harmonica ini. Sebagai contoh gitar lesson, ada beberapa jenis gitar yang perlu anda kenal yaitu : gitar nylon, string dan electric. Untuk tahap belajar, Anda lebih baik memilih gitar dengan tipe nylon, karena selain ringan dipetik, jari-jari tidak terlalu terluka (berkapal) ketika jari anda membuat chord. Gitar nylon juga digunakan dasar untuk berlatih musik klasik, jadi bagi anda yang kemudian tertarik untuk menekuni gitar klasik, hal ini akan sangat menguntungkan

3.       Mengenal Chord Dasar. Pada tahap sexophone lesson ini, anda sudah mulai malakukan pengenalan awal teknik bermain alat musik dengan mempelajari kunci-kunci dasar yang mudah diterapkan seperti Am, Em, G, C atau F. Setelah lancar menghafal dan berpindah dari satu chord ke chord yang lain, tingkatkan pemahaman chord anda dengan chord-chord lain yang lebih sulit.
Selamat Mencoba

Wednesday, December 29, 2010

Orang Papua dikenal bersifat ekspresif. Mereka mengisi setiap momen penting dalam kehidupannya  dengan jiwa seni yang tinggi. Selain berekspresi dengan seni ukirnya yang khas, mereka juga suka menari dan mendengarkan suara musik dari alat musik tradisional Papua.Walau jenis alat musik tradisional Papua yang masih sering dipakai hingga saat ini mungkin tidak sebanyak dimasa lalu. Selain karena makin kurangnya minat generasi muda untuk  melestarikannya,  juga mungkin karena pengaruh masuknya budaya seni modern ke dalam kehidupan masyarakat Papua.




·         Tifa
Alat musik tradisional Tifa ini, banyak digunakan oleh penduduk Papua dan Maluku. Bila diperhatikan sekilas Tifa  mirip dengan gendang. Dan dimainkan dengan cara dipukul pula. Tifa dibuat dari batang kayu yang dihilangkan isinya. Salah satu ujungnya lalu ditutupi menggunakan kulit binatang seperti kulit rusa. Kulit rusa ini telah mengalami proses pengeringan terlebih dahulu, agar bisa menghasilkan bunyi yang indah.

·         Triton
Berbeda dengan Tifa yang dipukul seperti gendang, Triton adalah alat musik tradisional Papua yang berupa alat tiup. Triton terdapat dihampir seluruh wilayah pantai seperti Kepulauan Raja Ampat, Biak, Teluk Wondama, Yapen Waropen, dan Nabire.
 
·         Pikon
Pikon berasal dari kata pikonane. Dalam bahasa Baliem, Pikonane berarti alat musik bunyi. Alat ini terbuat dari sejenis bambu yang beruas-ruas dan berongga bernama Hite. Pikon yang ditiup sambil menarik talinya ini hanya akan mengeluarkan nada-nada dasar, berupa do, mi dan sol.

Anda penasaran ingin mendengar alat musik khas papua? Silahkan berkunjung Festival Lembah Baliem di Papua.

Tuesday, December 28, 2010

Begitu banyaknya seni tradisi yang dimiliki bangsa Indonesia, maka untuk lebih mudah mengenalinya dapat di golongkan menjadi beberapa kelompok yaitu alat musik/instrumen perkusi, petik dan gesek
  • Instrumen Musik Perkusi

            Perkusi adalah sebutan bagi semua instrumen musik yang teknik permainannya di pukul, baik menggunakan tangan maupun stik. Dalam hal ini beberapa instrumen musik yang tergolong dalam alat musik perkusi adalah, Gamelan, Arumba, Kendang, kolintang, tifa, talempong, rebana, bedug, jimbe dan lain sebagainya.




  • Instrumen Musik Petik

 Kecapi adalah alat musik petik yang berasal dari daerah Jawa Barat. Bentuk organologi kecapi adalah sebuah kotak kayu yang diatasnya berjajar dawai/senar, kotak kayu tersebut berguna sebagai resonatornya.
 Sasando adalah alat musik petik berasal dari daerah Nusa tenggara timur (Timor) kecapi ini terbuat dari bambu dengan diberi dawai/senar sedangkan untuk resonasinya di buat dari anyaman daun lontar yang mempunyai bentuk setengah bulatan.

  • Instrumen Musik Gesek.


Instrumen musik tradisional yang menggunakan teknik permainan digesek adalah Rebab. Rebab berasal dari daerah Jawa barat, Jawa Tengah, Jakarta (kesenian betawi). Rebabb terbuat dari bahan kayu dan resonatornya ditutup dengan kulit tipis, mempunyai dua buah senar/dawai dan mempunyai tangga nada pentatonis.

  • Instrumen Musik Tiup


Suling adalah instrumen musik tiup yang terbuat dari bambu. hampir semua daerah di indonesia dapat dijumpai alat musik ini.  Tarompet, serompet, selompret adalah jenis alat musik tiup yang mempunyai 4-6 lubang nada dan bagian untuk meniupnya berbentuk corong.


Pelajari Lebih lengkap lagi tentang alat musik tradisional Indonesia

 

blogger templates | Blogger